.:||[+mmbanget's blog on pReNsTer..+]||:.

May 7th, 2007

Rp.5650.. 24 years ago.. about this date..

Posted by mmbanget in Curhats..

beberapa hari lalu, seperti biasa.. begitu ada missed call / sms notice kalau ada missed call dari BuHE.. langsung saja kutelepon BuHE pake kartu mentari, yang sudah mendaftarkan nomer BuHE sebagai salah satu nomor mentari yang bisa kutelepon dengan tarif hemat. Cukup Rp.500/menit.. lumayan!

dan seperti biasanya juga, mengalirlah percakapan antara daku dan BuHE.. mengupdate info-info dari sodara2 dan keponakan2 ku.. salah satu info menarik, Yasmin dah bisa merangkak di usianya yang sudah 11 bulan.. BuHE bilang sama mamanya Yasmin (kakak iparku), wah Yasmin gak malu sama Om Firda (daku), 11 bulan dah bisa jalan lho.. walau masih ‘nggleyang-nggleyang’ alias kaya mau jatuh terus (tapi gak jatuh!)..

akhirnya BuHE bilang kalau BuHE inget 4 hari lagi daku sudah berusia 24 tahun.. BuHE bilang bahwa BuHE mau ngirim sms berisi puisi tentang masa kelahiranku.. *wah menarik juga nih* Tapi, BuHE udah gak sabar nyeritain ‘isi’ dari puisi tersebut melalui percakapan telepon kami.. (gak jadi deh dapet puisi dari BuHE, jadinya dibayar kontan di depan dengan versi narasi)..

Ini lho isinya, begitu BuHE memulai ceritanya (sebenarnya cerita ini dah pernah daku dengar, namun sayang sudah banyak yang terlupa, tapi BuHE masih ingat.. lha iya, yang mengalami kejadian penting itu!)..

"Waktu itu, shubuh.. BuHE sudah merasakan mules pada perutnya.. sudah waktunya melahirkan! PaHE bilang ke BuHE: ya sudah, mandi keramas dulu lalu sholat shubuh..! Lalu berangkatlah PaHE dan BuHE menuju tempat ngetem mikrolet ke arah Karang Menjangan (nama lokasi RSUD Dr. Soetomo berada).

Dini hari itu, PaHE dan BuHE adalah penumpang pertama yang masuk ke mikrolet.. dan hanya membawa uang Rp.7.000 sahaja! setelah menunggu beberapa saat lamanya, mikrolet tak juga berangkat karena belum ada lagi penumpang yang masuk. BuHE mulai merasakan peningkatan rasa mules di perutnya.. BuHE sempat berbincang dengan PaHE, bagaimana kalau dicarter saja mikrolet ini, sembari was-was dengan ketersediaan uang yang ada..

Belum sempat menanyakan tarif carteran ke sopir mikrolet, ada satu lagi orang yang masuk! Bapak itu menanyakan ke sopir, kalau mau ke Terminal Bratang naik apa ya? saya mau jemput saudara saya yang datang dari Bali (dahulu terminal bis di Surabaya dari/ke Bali adalah Terminal Bratang). Sopir itu memberikan pilihan, bagaimana kalau Bapak tersebut mencarter mikrolet ini saja untuk ke Bratang? Kalau mau naik reguler mesti oper ke mikrolet lain dan mungkin bisa merepotkan Bapak tersebut. Akhirnya Bapak tersebut menyetujuinya, dengan tarif Rp.3.000. Dan alhamdulillah, BuHE dan PaHE bisa menumpang ke Karang Menjangan dengan tarif reguler..! Mikrolet pun langsung berangkat dan tak mengambil penumpang lagi karena sudah dicarter Bapak tersebut.. Alhamdulillah.. thank you Pak Unknown (bagusan begini daripada dipanggil Mr.X, hehe..)

BuHE akhirnya sampai di RSUD Dr. Soetomo dengan cepat.. dan BuHE mesti mengantri karena menggunakan kartu askes (PaHE adalah pegawai kecamatan semampir waktu itu). BuHE bilang, kalau pakai askes, satu tempat tidur dipakai berdua! Kasihan sekali! terutama bagi yang akan melahirkan untuk yang pertama kali. BuHe pun keluar ruangan, karena BuHE tidak tahan melihat dan mencium bau anyir darah di ruang persalinan (apalagi waktu itu ada bayi yang terlahir dalam keadaan meninggal: semoga 4jJ1 menjadikannya bidadari penyambut sang bunda di Surga..)

BuHE pun kembali masuk ruangan setelah menuruti nasihat seorang wanita madura (terlihat dari logatnya), karena wanita tersebut khawatir kalau BuHE melahirkan tanpa sempat masuk ruangan. BuHE juga sempat bertemu seorang wanita yang berkata bahwa sudah 3 hari belum melahirkan juga.. dan wanita tersebut sudah terlihat pucat, perutnya juga kempes.. karena cairannya sudah banyak keluar.

Tak lama, BuHE pun melahirkan dengan cepat.. maklum anak BuHE yang ke empat!! hehehe.. Setelah diperlihatkan oleh susternya: ini Bu anaknya! BuHE secara spontan berujar: Oh iya, alhamdulillah.. (dengan ekspresi datar) Suster pun terheran-heran, lho kenapa Bu?  Iya mbak, itu anak saya yang ke empat.. laki-laki semua!! hehehehe.. *BuHE, gini-gini kan anak BuHE yang paling guanteng!! hehe :p*

Beberapa saat kemudian, BuHE masih melihat wanita yang sudah 3 hari menunggu saat melahirkan masih saja belum mendapatkannya.. BuHE dalam hati berdoa: Yaa 4jJ1 mudahkanlah kepada wanita itu untuk melahirkan.. (tentu saja dalam bahasa jawa! hehe).. dan alhamdulillah!! tak sampai 10 menit kemudian, wanita tersebut berhasil melahirkan anak pertamanya! alhamdulillah!

BuHE dan PaHE berencana untuk segera pulang ke rumah, rencananya besok mau langsung pulang.. PaHE berusaha meminjam mobil inventaris kantor untuk mengantarkan BuHE dan daku yang masih belum memiliki nama waktu itu..

Esok harinya, BuHE mengutarakan niat tersebut kepada dokter di RSUD Dr. Soetomo. Setelah meyakinkan bahwa BuHE sudah sehat dan bisa pulang, dokter pun mengijinkan.. namun, hari itu PaHE tidak berhasil meminjam mobil kantor.. karena mobil tersebut sedang digunakan untuk kegiatan kantor :(  BuHE pun bersikeras untuk tetap meninggalkan rumah sakit, karena malu sudah meminta ijin ke dokter.. BuHE meninggalkan rumah sakit dengan membayar biaya persalinan sebesar Rp.5.650.. yes, I am the 5.650 rupiahs baby.. hehehe.. dan BuHE tak berniat menagihkan biaya tersebut ke askes.. hehe.. malu!!

Akhirnya.. pulanglah BuHE, PaHE, dan daku yang masih berumur 1 hari menggunakan mikrolet. Di tengah perjalanan PaHE berujar kalau lapar.. dari pagi belum makan sepertinya.. akhirnya di terminal Kupang, PaHE makan soto. Di warung itu, seorang bertanya ke BuHE: dari mana Bu? bayi masih merah gitu kok dibawa-bawa.. usianya berapa? Karena malu, BuHE menjawab: dari "mbah"-nya.. umurnya 1 bulan.. *hihi, BuHE bohong banget.. daku masih berupa bayi merah gitu..*

Selesai "pit stop" di Kupang, perjalanan dilanjutkan ke arah Manukan, tempat rumah BuHe, PaHe, Mas Awik, Mas Didik, dan Mas Ipong, serta daku yang baru lahir (rumah kami sampai sekarang). Lagi-lagi, di mikrolet ke arah manukan, BuHE berbohong yang sama setelah menghadapi pertanyaan serupa dari salah seorang penumpang mikrolet.. hehe!! BuHE malu!!

Sesampainya di rumah, Mas-masku sudah menyambut dengan antusias dan gembira.. ‘Adiknya datang.. adiknya datang!!’ seru mereka.. akhirnya, jadilah kami the four brothers! hehe.. senangnya!!walaupun waktu itu, kondisi perekonomian keluarga sedang kritis, gaji PaHE yang sudah dipotong sana-sini untuk melunasi hutang.. gaji yang cuma Rp.60.000, yang baru diterima utuh beberapa bulan kemudian.. dan baru naik menjadi Rp. 90.000 tiga tahun berikutnya.."

Beberapa hari kemudian, PaHE memberi nama padaku: Muhammad Muhtadi Firdaus.. setelah mendapat inspirasi dari ayat-ayat alquran yang dibaca beliau.. artinya kira-kira seperti ini: Dialah sang pengikut Muhammad yang menjadi penunjuk baginya menuju surga Firdaus.. aamiin..

BuHE dan PaHE.. I don’t know how to thank you.. semoga daku bisa jadi anak yang berbakti padamu ya BuHE dan PaHE.. I wish I can make you proud.. and I will always love you!!

*Rabbighfirlii wa liwaalidayya.. warhamhumaa.. kamaa rabbayaanii.. shaghiiraa.. aamiin*